Selasa, 10 Januari 2012

gara-gara ketiduran jadi dikasih tugas


1.      Tembok Proyek Perumahan Roboh, 8 Orang Tewas
Delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Kemungkinan masih ada korban yang tertimbun.
MINGGU, 4 DESEMBER 2011, 18:52 WIB
Aries Setiawan

Bangunan Roboh (Antara/ Harombo)
VIVAnews - Sebuah tembok pembatas milik proyek perumahan di Jalan Suka Damai Makassar roboh, Minggu 4 Desember 2011. Akibatnya, delapan orang warga Kelurahan Sinrilaja tertimpa runtuhan dan tewas di tempat.

Menurut salah seorang anggota Basarnas Sulsel, Hamsidar, tim evakuasi yang tiba di lokasi telah berhasil mengangkat 16 warga di lokasi kejadian. Termasuk delapan orang yang tewas.

"Baik korban tewas maupun luka-luka dievakuasi di 4 rumah sakit yakni, RS Ibnu Sina, RS Awal Bros, RS Faisal dan RS Bhayangkara," kata Hamsidar kepada VIVAnews.com, Minggu 4 Desember 2011.

Dalam evakuasi yang masih berlangsung hingga petang ini, tim SAR bersama warga menggunakan alat berat. Menurutnya, kemungkinan masih ada korban yang tertimbun di reruntuhan tembok sepanjang sekitar 100 meter tersebut.

Sementara itu, Wakapolrestabes Makassar, AKBP Endi Sutendi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat kejadian, kota Makassar sedang diguyur hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Sejumlah warga yang berdampingan dengan tembok itu, sedang berlindung di dalam rumah. "Merekalah yang rata-rata menjadi korban," kata AKBP Endi Sutendi.

Dia menambahkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang menyaksikan kejadian.

Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi

Ilmu Manajemen Proyek Adalah Ilmu yang bersangkutan dengan metode pengerjaan suatu peroyek yang bertujuan agar proyek itu bisa berjalan dengan baik,aman serta tepat pada waktunya.

Peristiwa pada berita di atas menunjukan bahwa ilmu Manajemen Proyek tidak bisa dikesampingkan dalam peroyek apapun, kejadian ini menujukkan kurangnya manajemen proyek tersebut, dimana Konsultan perencana proyek perumahan tersebut tidak bisa memperhitungkan apa yang akan terjadi dan bagaimana tindakakn yang harus diambil.
Seharusnya dalam merencanakan suatu peroyek hendaknya perencana memahami dan menguasai medan proyek dengan baik sehingga bisa meminimalisir kesalahan perencanaan atau dampak dari peroyek tersebut.








2.      Gedung Karang Taruna Koja Roboh, Satu Tewas
Empat korban lain kini berada di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Tugu Jakarta Utara.
JUM'AT, 2 DESEMBER 2011, 09:24 WIB
Desy Afrianti

Bangunan Karang Taruna yang roboh (VIVAnews/Arnes Ritonga)
VIVAnews - Gedung Sasana Krida Karang Taruna Tugu Utara, di Jalan Cemara Ujung RT 07/05 Tugu Utara, Koja Jakarta Utara, roboh, Jumat 2 Desember 2011. Bangunan ambruk sekitar pukul 05.30 WIB. Empat korban kini berada di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Tugu, Jakarta Utara.

Ridwantoro, 45, dari Bagian Litbang Karang Taruna Kelurahan Tugu Utara, mengatakan bangunan lantai 2 itu roboh di bagian atapnya.
"Itu akibat kerangka baja yang menopang atap tak mampu menahan beban, dan jatuh menimpa kuli bangunan yang saat itu sedang tertidur," ucapnya.

Korban diketahui bernama, Aep Syaifulah, 35, menderita luka kepala bocor; Ridwan, 35, kaki kiri luka; dan Haryanto tangan kanan luka. Korban yang tewas bernama Puji Manto Alias Faujin.

Hendra Sharmin, Ketua Karang Taruna Kelurahan Tugu Utara, mengungkapkan bangunan itu dibangun sejak bulan September lalu. "Pembangunan hampir selesai, dan rencananya akan diserahkan kepada kami bulan Desember," ujar Hendra.

Pihaknya tidak pernah mendapat konfirmasi apapun dari pihak kontraktor yang ditunjuk Suku Dinas Sosial Jakarta Utara. "Kami tak pernah tahu nama perusahaan kontraktor yang mengerjakannya," kata dia.

Seorang pria yang mewakili perusahaan kontraktor mengelak menyebut nama perusahaan dan jati dirinya. "Yang jelas biaya perawatan korban kami yang tanggung," ucapnya. (Laporan: Arnes Ritonga, Jakarta Utara | kd)


Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi

Peristiwa ini sangat memukul muka kita sebagai orang yang berkaitan erat dengan dunia Teknik Sipi. Hal ini menunjukkan bahwa  masih minimnya pengetahuan kontraktor tersebut dalam bidangnya. Dalam perencanaan ini tentunya perencan sudah menghitungkan matang namun dalam peleksanaanya Kontraktor kurang memahai atau kurang ahli dalam proyek pembangunan gedung ini, selain itu kejadian ini menandakan buruknya kinerja dari Konsultan Pengawas dalam mengawasi pengerjaan proyek gedung ini. Sebaiknya dalam peroyek apapun manajemen Proyek itu harus dilakukan oleh orang yang ahli, selain itu hal ini menujukan manajemen Proyektersebut sangat jelek hal ini terbukti dengan pemilihan kontraktor sebagai pelaksana peroyek  gedung ini.




3.      Atap 7 Eleven Thamrin Roboh Timpa Mobil
Belum diketahui apakah ada korban atas insiden itu.
RABU, 28 SEPTEMBER 2011, 12:45 WIB
Desy Afrianti

7 Eleven (www.moderninternasional.co.id)
VIVAnews - Atap mini market 7 Eleven yang berada di samping mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, rubuh menimpa mobil yang sedang parkir.
Belum diketahui apakah ada korban atas insiden itu. Juga belum diketahui penyebab robohnya atap itu. "Sedang dicek," kata petugas Polsek Tanah Abang Brigadir Sugianto saat dihubungiVIVAnews.com, Rabu 28 September 2011.
Akibat insiden itu, pengunjung yang berada di dalam mini market panik berlarian keluar. Begitu juga para pemilik kendaraan yang mobilnya diparkir di sana. Mereka buru-buru memindahkan mobilnya.
Tidak hanya itu, arus lalu lintas di kawasan Kebon Kacang menuju Thamrin mengalami hambatan. Kejadian ini juga tersiar di jejaring sosial Twitter.




Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi

Kejadian ini menunjukan bagaimana kualitas peroyek tersebut kurang memuaskan hal ini tentu di pengaruhi manajemen proyektersebut terutama pihak perencana yang kurang bisa merencanakan atap mini market 7 Eleven tersebut, sehingga bisa mengalami kenaasan tersebut. Seharunya pihak perencan dan pelaksana harus mampu menghasilkan suatu karnya yang bisa membuat pihak penikmat merasa aman dan nyaman,hal ini tentu akan meningkatkan pamor mereka sendiri sebagai perncan dan kontraktor yang ahli dibidangnya.














4.      Dinding GOR di Cirebon Roboh
Selasa, 27 Desember 2011 - 14:54 WIB

CIREBON (Pos Kota)-Dua Gedung Olah Raga (GOR) di Lemahabang dan Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat ambruk bagian temboknya. Ironisnya salah satu dari GOR tersebut ternyata baru empat hari lalu di tinjau Bupati Cirebon Drs Dedi Supardi saat melakukan safari pembangunan.
Tidak ada korban dalam musibah ambruknya dinding bata setinggi 8 meter dengan panjang 20 meter itu. Padahal saat ambruk, puluhan pekerja tengah berada di dalam gedung. “Waktu itu memang lagi hujan dan angin kencang,” kata Anto, salah seorang pekerja yang ditemui poskota.
Kasus ambruknya tembok GOR tersebut kini tengah diselidiki Polsek Lemahabang. Besi beton bekas rangka tiang itu sudah diamankan polisi sebagai barang bukti. “Polisi sudah membawa besi-besi bekas runtuhan bangutan,” tambah Sukarya, pelaksana pembangunan GOR Lemahabang.
GOR Lemahabang yang menelan biaya sebesar Rp 626,6 juta kalau melihat isi kontrak, proyek yang dikerjakan CV Mitra Usaha selesai pada 26 Desember 2011. Namun hingga pergantian tahun ini, pembangunan GOR Lemahabang tak kunjung selesai. Bahkan menurut Sukarya progres pembangunannya baru 75 persen. “Harusnya sih sudah selesai kalau melihat kontrak,” kata lelaki yang mengaku baru dua minggu ditugaskan di proyek tersebut.
Sementara itu bagian pengawas pembangunan GOR Lemahabang, Yedi, dari Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon, menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan kepada pelaksana (CV Mitra Usaha) untuk secepatnya memperbaiki bagian yang ambruk tersebut. “Itukan masih tanggungjawab pelaksana, resiko mereka,” kata Yedi.(Darman)






Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi
Kejadian ini Seharunya tidak terjadi jika manjemen proyek tersebut berjalan dengan baik,terlihat bagaimana kurangnya manajemen proyek tersebut. Proyek yang seharunya sudah selesai namun molor dari jadwal kontrak pelaksanaan proyek tersebut selain itu pihak kontraktor kurang memperhatiakan keamanan dan keawetan bangunan hal ini terbukti dengan robohnya dinding gedung GOR tersebut, hal ini menunjukkan bahwa kontraktor tersebut tidak becus dal peroyek ini, seharunya jika mengalami kendalam dalam peroyek misalkan kterlambatan bahan baku banguna, pihak kontraktor seharunya melakukan evaluasi jadwal pembanguan tersebut sehingga proyek tersebut bisa terlaksa dengan baik aman,nyaman dan sesuai terget.  













5.      Baru Dibangun, Jembatan 1,5 M Ambruk
Kamis, 29 Desember 2011 09:31 WIB | Dibaca 40 kali


SUNGAILIAT - Baru saja dibangun jembatan yang menghubungkan kawasan industri Jelitik dengan pelabuhan niaga sudah ambruk.  Jembatan yang berada tepat di belakang smelter PT RBT Jelitik tersebut merupakan proyek Pelabuhan Perikanan Sungailiat yang dikerjakan oleh  CV Graha Saga Aroyan pada November 2011 lalu dengan nilai Rp 1,5 Miliar dan baru selesai dikerjakan pertengahan Desember ini.  Dari pantauan Radar Bangka (RB), badan jembatan sepanjang 7 meter dengan lebar 5 meter tersebut sudah ambruk, bahkan pondasi jembatan yang dibangun sebagai penopang juga ikut ambruk.  
     
Menurut warga sekitar, jembatan tersebut ambruk pada Minggu lalu (25/12), saat Kota Sungailiat diguyur hujan deras. “Baru aja pak selesainya jembatan tu. Sekitar satu minggu lah, masa’ baru satu minggu lah ambruk, dak bener tu kontraktor a. Pasti ngawe a asal-asalan. Memang sekarang hujan, tapi dak mungkin lah tu disebabkan oleh factor hujan,” ungkap warga tersebut saat RB meninjau langsung ke lokasi. Namun warga sekitar mengaku tidak mengetahui faktor apa yang menyebabkan jembatan tersebut ambruk. Namun yang mereka ketahui proyek jembatan tersebut satu paket dengan pembangunan ruas jalan menuju pelabuhan niaga yang baru.
    
 "Informasinya ini proyek intansi vertikal atau proyek Pelabuhan Perikanan Nusantara. Dan proyek ini pun baru beberapa bulan dikerjakan tapi sudah ambruk kondisi jembatannya,” kata salah satu warga.  Sementara Purwati, Pimpinan Pelaksana Kegiatan (PPK) saat ditemui RB Rabu (28/12) kemarin di Kantor Pelabuhan Nusantara Sungailiat, membenarkan robohnya jembatan tersebut. Proyek pembangunan jembatan penghubung menuju pelabuhan niaga yang baru dan pembangunan ruas jalan ke dermaga yang menggunakan tanah puru tersebut menurutnya bersumber dari APBN tahun 2011 dengan  nilai Rp1,5 Miliar. Proyek jembatan tersebut satu paket dengan kegiatan pembangunan ruas jalan tanah yang menghubungkan dari titik dermaga Jelitik ke pelabuhan perikanan Sungailiat.
     
Proyek tersebut menurutnya dikerjakan CV Graha Saga Aroyan yang dimulai November 2011 dan ditargetkan selesai akhir Desember 2011 ini. "Kegiatan proyek itu semestinya sudah rampung. Namun kondisi jembatan yang ambruk itu termasuk satu paket kegiatannya dengan pembangunan ruas jalan tanah tersebut,” terangnya yang mengatakan, ambruknya jembatan itu disebabkan faktor alam, bukan karena kontraktor yang bekerja asal asalan. Terpisah, Irfan dari CV Graha Saga Aroyan yang dikonfirmasi RB melalui ponselnya sekitar pukul 16.10 WIB, mengakui ambruknya jembatan yang mereka bangun.  ”Benar itu proyek kita. Dan kini jembatan yang kita bangun itu telah ambruk. Tapi akan kita bangun lagi,” aku Irfan.  Namun Irfan membantah ambruknya jembatan tersebut karena pengerjaan yang asal-asalan. Irfan menegaskan jembatan tersebut ambruk lantaran factor alam.
     
”Oh tidak asal asalan, malahan kita bekerja sesuai dengan speknya tanpa mengurangi bahan-bahan untuk membangun jembatan tersebut.  Tapi karena laut yang pasang surut  jembatan yang kita buat menjadi ambruk,“ sangkalnya.  Karena masih dalam masa pemeliharaan, maka Irfan menegaskan mereka akan bertanggung jawab membangun kembali jembatan tersebut. “Anda bisa melihat ke lapangan kalau alat berat saya sudah bekerja saat ini, dan anak buah saya sudah mengerjakan jembatan untuk membangun jembatan yang baru,” pungkasnya. (rif)

Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi
Persitiwa ini menunjukan pihak perencan kurang telei dalam perencanaan jembatan in pihak perencan tidak memperhitungkan kawasan yang akan dibangun jembatan merupakan kawasan yang sering terjadi pasang surut air laut sehingga tanah pondasi yang menopang semua beban jembatan tersebut akan terkikis, hal ini menujukkan pihak perencana memang kurang teliti dalam perencanaan jembatan tersebut. selain itu kasus ini bisa saja terjadi kesalah pengerjaan yang dilakukan pihak kontraktor dan perlu adanya penelitian lebih lanjut selain itu pihak owner harus memberikan sangsi bagi pihak yang bersalah pada peroyek ini, semua kejadian ini tentunya bisa kita atasi dengan baik seandainya manajemen proyek ini berjalan dengan baik dan pihak yang terkait dalam peroyek ini bisa memenej proyek ini dengan baik,dengan hasil yang tentunya tidak mementingkan kemurahan proyek namun rasa amanlah yang paling penting.









6.      Kontruksi jembatan bobrok, jembatan cilincing roboh

 Enam buah balok girder atau beton jembatan roboh saat dipasang pada proyek pembangunan JembatanCilincing, di Jalan Arteri Marunda Cilincing Jakarta Utara. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu 11Desember 2011.  Enam balok yang masing-masing panjangnya 30,8 meter, jatuh dari ketinggian 5,1 meter.Beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai 750 juta. "Harga satubaloknya Rp 110 juta, dikali enam menjadi Rp 650 juta. Belum lagi biaya pengangkatan. Totalnya, kerugian bisamencapai sekitar 750 juta.




Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi

Bedasarkan kajian berdasarkan manajem proyek terdapat beberapa kesalahan antara lain :

1.  Kurangnya perencanaan yang matang,seperti desain, kekuatan kontruksi, bahan pembuatan jembatan, danperhitungan apabila terjadi gempa. sehingga jembatan yang akan dibangun dibuat asal tanpa mengindahkan perhitungan kekuatan dan ketahanan jembatan yang akan dibangun

2.  Adanya unsur penyelewengan dana pembangunan jembatan, semisal biaya pembangunan jembatanberdana 5 millyar dana tersebut dipangkas menjadi 3 millyar. Sehingga sang pengembang jembatan tidakmemikirkan keselamatan dan kekuatan jembatan.

3.   Renovasi jembatan yang sudah terlalu tua tidak mengikuti sistem oprasional perbaikan jembatan,sebagai contoh. Jembatan yang sedang direnovasi tidak ditutup,sehingga jembatan yang sedang direnovasi bisadilalui kendaraan-kendaraan. Hal hasil jembatan yang sedang direnovasi tidak maksimal untuk perbaikan.Seharusnya dinas pekerjaan umum bekerja sama polisi mengatur jalan alternative untuk pengalihan jalan,sehingga tidak ada kendaraan yang melintas pada waktu jembatan sedang direnovasi.

4. Kurangnya pegawasan akan waktu atau jadwa jembatan.







Kamis, 27 /10/ 2011 17. 0:45
Dewan Minta Proyek Dicek Ulang
Inilah gedung teater arena yang pembangunannya disoal oleh anggota DPRD Provinsi Jambi.(F:Anton)
JAMBI- Rangka proyek rehab bangunan teater arena Taman Budaya Jambi (TBJ) roboh. Rangka itu kemudian menimpa dinding bangunan hingga mengalami retak. Akibatnya, robohnya rangka atap gedung teater arena TBJ ini dipertanyakan anggota DPRD Provinsi Jambi. Apalagi, beberapa konstruksi bangunan yang digunakan masih menggunakan kontruksi lama. Padahal nilai proyek untuk rehab gedung tersebut bernilai hampir mencapai Rp 3,2 miliar. Terkait hal ini, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal meminta proyek tersebut harus dicek ulang. Secara teknis harus ada penjelasan kenapa rangka atap yang sudah dipasang bisa ambruk.

“Ini harus dipertanyakan bagaimana kontruksinya. Itukan menggunakan baja kenapa bisa ambruk, apakah kontruksinya yang bermasalah,” ujarnya dengan nada bertanya, kemarin. Menurut dia, harus ada penjelasan teknis masalah ini baik melalui instansi terkait maupun dari pihak rekanan yang mengerjakan. Pasalnya, bangunan yang bernilai miliaran itu akan sangat dinantikan kehadirannya oleh para seniman dan masyarakat Jambi. “Kita pertanyakan kenapa sampai roboh. Kita juga minta penjelasan mengenai masalah ini, apakah pekerjaanya sesuai spek atau tidak,” ungkapnya.
 

Jika tidak sesuai dengan spek, proyek ini harus ditinjau ulang. Bahkan jika tidak layak untuk digunakan akibat kontruksi yang menyalahi proyek, ini memungkinkan untuk dihentikan. Bukan hanya itu, robohnya rangka atap juga sempat mengenai dinding bangunan. Namun dinding tersebut hanya dicor ulang oleh pihak rekanan. Inipun juga dipertanyakan anggota DPRD asal daerah pemilihan Kerinci tersebut. “Apakah cukup dengan dicor. Lantas apakah kuat bangunannya menahan baja. Seberapa tahun tahannya,” kata Gusrizal lagi.
 

Gusrizal mengaku pihaknya akan melihat apakah memang pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan permintaan. “Kita akan cek, apakah bangunan itu sudah sesuai dengan spek. Nanti kita juga lihat perencanaanya, apakah sudah sesuai atau memang salah dalam pekerjaannya sampai-sampai ambruk,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Taman Budaya Jambi, Jafar Rasuh ketika dikonfirmasi kemarin menyatakan tidak tahu banyak soal robohnya rangka atap teater arena TBJ tersebut, pasalnya persoalan ini adalah persoalan teknis. Namun demikian, pihaknya meminta proyek ini dikerjakan maksimal. “Kita sebagai pengguna berharap bangunan yang akan kita gunakan ini nantinya kuat dan dalam kondisi baik. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari,” harapnya kemarin.
 

Namun dikatakannya, tim teknis Dinas Pekerjaan Umum sudah meninjau bangunan tersebut kemarin. Hanya saja terkait hasilnya dia tidak bisa berbicara banyak. “Itu soal teknis kita tidak paham,” tegasnya. Seperti dipaparkannya, bangunan itu direhab karena terbakar beberapa waktu lalu, lantas bangunan bernilai Rp 3,2 miliar tersebut merupakan proyek rehab, sehingga sebagian konstruksi yang dianggap layak masih tetap dipertahankan.
 (Reporter: Anton)


Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi


Kejadian ini menunjukan manajemen proyek ini tidak berjalan baik terutama pihak kontraktor selaku pelaksan peroyek ini yang patut dipertanyakan bagaimana metode pelaksanaan proyek ini tidak baik selain itu pengawasan yang minmi dari konsultan pengawas menyebabkan pihak kontraktor bisa saja melakukan tindakan-tindakan yang hanya mementingkan kantongnya saja, hal ini tentunya harus kita jadikan pelajaran dan bisa kita ambil hikmahnya. Bukan berarti dana yang besar bisa membanguan suatu bangunan yang kuat dan kokoh, tanpa manajemem proyek dana besar itu bahak tidak bisa mejadi apa-apa.










Palangka Raya, VetOnews.
Aparat penegak hukum hendaknya berpikiran jernih untuk melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan jembatan barito hulu ( Bahitom ) tahap III dan kontrak multi years tahap IV. Robohnya rangka baja bentang 60 meter hari Rabu (7/11) sore yang mengakibatkan sedikitnya empat ton besi mengalami rusak berat telah membuktikan adanya indikasi kuat proyek itu penuh dengan kongkalikong.
Dari penelusuran VetOnews di Kejaksaan Tinggi Kalteng, terlihat dengan jelas, adanya intensitas dan aktivitas yang cukup serius dari beberapa petugas dalam melakukan pemeriksaan kasus korupsi yang terjadi dalam TA 2005 dan 2006 lalu.
Sumber VetOnews di Kejati Kalteng menyebutkan, satu minggu pasca robohnya jembatan rangka baja bentang 60 meter, Kejati Kalteng langsung melakukan pemanggilan terhadap orang-orang yang diduga kuat mengetahui atas terjadinya korupsi yang merugikan keuangan negara/daerah miliaran rupiah itu, ?tanggal 12 November 2007 lalu koordinator tim pemeriksaan Kejati Kalteng Sihan.SH.MH telah memanggil kembali Pemimpin Kegiatan Dinas PU Propinsi, bendahara proyek APBD I dan karyawan bagian pembukuan PT. Barito Perkasa Pembangunan Jaya. Ke-esokan harinya telah turun tim khusus ke lokasi kejadian di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya,? ungkapnya kepada VetOnews.
Koordinator tim Kejati Kalteng yang juga Assisten Pengawasan Sihan.SH.MH saat dikonfirmasi tentang kebenaran adanya pemeriksaan dan telah turunnya tim Kejati ke Murung Raya, awalnya mengelak memberitahukan. Namun akhirnya Dia mengakui kebenaran hal tersebut, ?kami sedang mengumpulkan data-data,? ujarnya singkat.
Sihan menegaskan bahwa pihaknya perlu memanggil mereka-mereka yang diduga mengetahui kasus itu. Oleh karena itu tegasnya lagi, ?pihaknya akan menurunkan tim ke Puruk Cahu,? ujarnya sambil tergesa-gesa ke luar kantor.
Keanehan menyolok
Berdasarkan dokumen yang diperoleh VetOnews, sejak awal proses rencana pembiayaan anggaran pembangunan ( Estimate Engineering ) jembatan Bahitom?diwarnai dengan beberapa keanehan yang menyolok. Hal itu diawali pada TA 2003, sesuai surat Bupati Murung Raya nomor 551/390/EK tanggal 1 Oktober 2003 kepada Menteri Kimpraswil mengenai rencana pembiayaan jembatan Bahitom sebesar Rp. 65 milyar.
Kemudian pada TA 2005, Gubernur Kalteng saat itu Asmawi Agani membuat surat ber nomor 631/396/DISPU ( nomor surat di tulis tangan ) tanggal 14 Maret 2005 kepada Menteri PU RI perihal usulan percepatan dengan rencana pembiayaan berubah menjadi sebesar Rp. 80.508.107.654. Akhirnya Menteri PU usulan tersebut disetujui menjadi sebesar Rp. 79 miliar.
Lalu medio TA 2005 Dinas PU Kabupaten Murung Raya kembali menerbitkan proposal revisi usulan rencana pembiayaan kepada Menteri PU. Lagi-lagi Menteri PU setuju usulan tersebut, sehingga rencana pembiayaan berubah kembali menjadi sebesar Rp. 97 miliar. Dan pada akhirnya di TA 2007 berubah kembali menjadi sebesar Rp. 111.370.000.000 yang berasal dari dana APBN,APBD I dan APBD II.
Tembus ke Menteri PU
Sementara itu, sumber VetOnews di Dinas PU Propinsi Kalteng diketahui, perubahan rencana pembiayaan yang terjadi pada medio TA 2005 terjadi tanpa pemberitahuan ke Dinas PU Propinsi yang saat itu Kepala Dinasnya Ir. Tony Prihartono, ?mereka dari Kabupaten langsung tembus ke Menteri PU sehingga pada saat itu Dinas PU Propinsi merasa dilecehkan dan komunikasi keduanya macet,? ungkapnya.
Dia menegaskan, dengan adanya perubahan anggaran itu, proyek pembangunan jembatan baja Bahitom patut dicurigai karena perbedaan prosentasenya sangat tinggi yakni mencapai hampir 40 %. Ia juga menilai, perubahan itu jauh sangat tinggi bila dibandingkan laju inflasi ekonomi makro pada tahun yang sama, ?harusnya hal itu tidak perlu terjadi karena pada setiap rencana pembiayaan sudah diantisipasi kenaikan angka pembiayaan / inflasi harga untuk beberapa tahun ke depan sampai selesainya pekerjaan itu. Jadi sangat wajar bila masyarakat bertanya-tanya apakah telah terjadi mark up dan apakah perubahan itu sudah disetujui DPRD I dan DPRD II? serta apa alasannya?,? paparnya sambil bertanya.
Dia menambahkan, perubahan jumlah angaran itu secara langsung telah melanggar Surat Perjanjian Kontrak nomor : 600/32/PU tanggal 25 April 2005 Pasal 5 ayat ( I ), dimana kontrak didasarkan atas sistem harga total ( Lump Sum ) yang tidak bisa diubah selama pekerjaan berlangsung sampai selesai, ?harga satuan dipakai sebagai acuan jika terjadi pekerjaan tambah atau kurang,? kata sember tadi.
Sementara itu, hari Kamis siang (22/11) Bupati Murung Raya Ir. Willy M Yoseph, MM saat dikonfirmasi dikediaman pribadinyanya di jalan Pangrango Palangka Raya menolak untuk memberi penjelasan, ?saya tidak ada komentar, yang pasti pembangunan di Mura semuanya bagus. Sudah ya?saya dipanggil pak Wagub,? ucapnya singkat sembari masuk kemobil dinasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Kadis PU Propinsi Kalteng Ir. Ben Brahim tidak bisa dimintai konfirmasinya mengenai robohnya rangka baja bentang 60 jembatan Bahitom itu. Ben Brahim sudah menyatakan tiga kali mengumbar janji kepada Fernando wartawan VetOnews untuk konfirmasi hal itu, namun pada sampai waktunya, dia tidak pernah menepati ketiga janjinya itu.





Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi


Kasus ini merupakan kasus yang sebenarnya berkaitan erat dengan hati nurani pengemabang proyek ini atau pihak-pihak yang terlibat dalam peroyek ini, percuma saja peroyek ini manajemenya bagus apabila ternyata peroyek ini hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang yang mementingkan dirinya sendiri. Sebenarnya apabila pihak yang terlibat dalam peroyek ini yaitu pemerintah,perencana dan kontraktor benar-benar ingin membangun peroyek ini dengan baik semua kejadian ini tidak akan terjadi,karena tentunya perencananya memeprhitungkan dengan matang slanjutnya kontraktor sebagai pihak pelaksana melakukan rencana kerja tersebut dengan baik tanpa ada rasa ingin mengeruk keuntungan dari proyek tersebut maka peristiwa ini tidak akan terjadi.













SABTU, 24 SEPTEMBER 2011 22:11 ADMINISTRATOR
SurelCetakPDF
RS. Durensawit
ANTRIDONG.COM - JAKARTA; Pagar tembok sepanjang kurang lebih 30 meter, milik Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Durensawit, Jakarta Timur, mendadak roboh, Sabtu (24/9/2011) dinihari.
Hingga kini bangkai pagar setebal 80 centimeter dan tinggi 2 meter itu masih teronggok di lokasi, dan belum dievakuasi. Pihak rumah sakit menuntut kontraktor agar segera memperbaiki tembok pengaman yang roboh tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribunnews, sejak sebulan lalu PT Homa Dano Raso, salah satu mitra kerja Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur, tengah mengerjakan saluran air di jalan Buluh Perindu, samping RSKD Durensawit.

Diduga kuat penyebabnya adalah akibat tanah di sekelilingnya digali oleh PT Homa Dano Raso, yang tengah mengerjakan proyek normalisasi saluran air di lokasi.

Dirut RSKD Durensawit, Jony Ismoyo, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat pada walikota setempat dan Dinas Kesehatan DKI, terkait rubuhnya tembok tersebut. Senin (26/9/2011) mendatang, pihaknya juga akan memanggil kontraktor yang mengerjakan normalisasi saluran air tersebut. Ia menuntut pada kontraktor agar segera memperbaiki pagar tembok tersebut hingga keadaannya sama seperti semula.

"Bukan hanya pagar tembok yang roboh, kabel listrik yang terhubung ke gardu induk juga terputus terkena cangkul pekerja. Akibatnya terjadi korsleting dan listrik sempat padam. Pelayanan pun sempat terganggu," katanya.

Kabel yang putus itu terhubung dari gardu induk ke Gedung Emergency Psikiatri yang berada di bagian belakang. Padahal kabel tersebut ditanam di dekat tembok dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Terkait hal tersebut, Kasudin PU Tata Air Jakarta Timur, Suhartono, mengaku telah menegur pihak kontraktor yang dianggap lalai dalam bekerja. Ia meminta agar kontraktor tersebut secepatnya memperbaiki pagar tembok hingga seperti semula. Di sisi lain ia sangat menyayangkan kinerja mitra kerjanya yang dianggap kurang profesional tersebut.

"Saya sudah beri teguran ke pemborongnya dan minta agar diperbaiki tembok yang roboh itu," katanya.

PT. Homa Dano Raso, saat ini tengah mengerjakan proyek normalisasi saluran air sepanjang kurang lebih 1 kilometer, dengan nilai anggaran Rp 1,1 miliar. Proyek yang dikerjakan itu dari jalan Teluk Sibolga hingga jalan Buluh Perindu, Durensawit. (tri/bul/kim)






Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi


Kejadian ini seharunya menjadi pelajaran bagi kita semua bagaiman manajemen proyek ini sangat tidak baik, terutama pihak perencana dan pelaksana dimana dalam melakukan proyeknya tidak memperhitungkan dengan teliti akibat dari proyek tersebut hal ini terbukti dengan robohnya pagar rumah sakit tersebut, tentunya pagar tersebut roboh dikarenakan tanah yang menjadi tumpuan pilar-pilar pagar tersebuat terkikis sehingga kemampuan tanah untuk mempertahankan tegaknya tiang-tiang pagar tersebut berkurang sehingga lama-kelamaan pagar tersebut roboh. Seharusnya pihak perencan lebih teliti begitu juga dengan pihak pelaksana harus lebih hati-hati dalam pengerjaan pronyek tersebut.













10.  DKI: Ada Kesalahan dari Kalibata City
JUM'AT, 29 JULI 2011, 15:40 WIB
Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Pembangunan Apartemen (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta investigasi peristiwa amblasnya delapan rumah warga yang berada dekat lahan Apartemen Kalibata City segera dituntaskan. Saat ini, Pemerintahkan Walikota Jakarta Selatan dan Dinas Perizinan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta segara memanggil pihak pengembang.

"Saya sudah perintahkan Walikota Jakarta Selatan dan P2B untuk melakukan investigasi, kalau memang ada kesalahan dari pengembang akan dipanggil," ujar Fauzi Bowo di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 29 Juli 2011.

Sementara itu, ketika dihubungi VIVAnews.com,Kepala Bagian Perencanaan dan Sturukturalisasi Dinas P2B DKI Jakarta, Pandita, mengatakan, dirinya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Hasil yang diperoleh dari investigasi, dikatakan Pandita, memang ada kesalahan dari pihak pengembang.

"Informasi yang saya dapat dari lapangan memang terjadi kegagalan, dinding penahan tanah sudah diteliti untuk kemudian diperkuat agar tidak lagi terjadi peristiwa serupa," kata dia.

Menurut Pandita, pihak pengembang sudah bertemu dengan warga untuk melakukan musyarawah. Kesepakatan juga telah dicapai dan pihak pengembang bersedia memberikan ganti rugi kepada warga yang rumahnya terkena longsor.

"Saya sudah perintahkan kepada pengembang untuk melakukan perbaikan secepatnya, dan mereka menyanggupi untuk segera memperbaikinya," ungkapnya.

General Affair Kalibata City, Benny Suveltra mengatakan, saat ini pengerjaan penggalian untuk membuat varian pembatas antara apartemen dengan tembok pembatas yang bersebelahan dengan pemukimanan warga dihentikan.

"Agar tidak terjadi hal serupa, tanah yang tadinya digali sudah diratakan lagi. Ini dilakukan agar suasana kondusif," ujar Benny.

Dari hasil pengumpulan data dan fakta di lapangan, pengembang memastikan bahwa kejadian amblasnya tanah di lahan apartemen akibat kondisi alam. Hujan deras membuat dinding pembatas dengan rumah warga ambruk akibat tanah yang tergerus air.

Pengembang juga memastikan tidak ada dampak terhadap 17 kontruksi tower apartemen akibat amblasnya tanah sedalam tiga meter di kawasan seluar 12 hektar lebih itu. (eh)









Kaitan Peristiwa Tersebut dengan Manajemen Konstruksi

Seperti tertulis pada berita tersebut pihak pengembang tentunya betanggung jawab atas kejadian ini. Namun intinya manjemen proyek ini di anggap kurang baik hal ini dikarenakan adanya kesalahan perencanaan sehingga menyebabkan amblasnya rumah warga disekitar proyek tersebut. hal ini seharunya sudah masuk dalam perencanaan bagaimana walau dalaml kondisi hujan atau apapun tidak terjadi hal-hal yang bisa mengganggu warga sekitar ketika proyek sedang dilaksanakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar